Kesucian Cinta

” setiap manusia punya rasa cinta yang mesti dijaga kesuciannya..

namun ada kala insan tak berdaya, saat dusta mampir bertahta…. “

Begitulah sepenggal bait lagu yang dinyanyikan almarhum uje..

Akupun punya sedikit kisah cinta sederhana, antara dua insan manusia yang selalu berusaha menjaga kesucian cintanya…

Let me share to you…

My grandma told me some story, this is real story about her and my late grandfather..

This story wasn’t a romantic story, it just an ordinary story about their love life..

I never met him before, my grandpa I mean. He died one month after I was born. I knew this story about him from my grandma and my mom, he was a navy(angkatan laut) anyway. He lives more in the ocean, he sailed those big ocean half on his life, or maybe just a quarter.

She said my grandpa was strong enough, has a scary face with a black skin and a tall body. Just like an angry old man figure, anyway he was an army right. Those dicipline he gets  in the army school, maybe. Hmm, but honestly he is a kind man and love kids. However, even some people scared him he still my grandpa, my father’s mom, and my grandma’s husband.

He has some love life that I was amaze after hearing it from my grandma, how’s the story? Do you want to know it? Maybe it’s not so important for all you guys. But what I want to share is not about their story, but there is a message that we should note in our life. What is that?

Read,, feel it,, then learn,,  I’ll write it in Indonesian

Old-Couple

Malam itu, aku masih belum tertidur begitu pula dengan nenek.. iseng-iseng akupun bertanya awal mula pertemuan nenek dengan andung. Ia pun berkisah seperti dibawah ini, asal teman-teman tahu umur beliau sudah 83 tapi ia masih mengingat semuanya

Saat itu nenek masih sekolah di kebidanan..        *tepatnya di padang

Andung mu lagi di surabaya..                                *andung=kakek

Andung temenan sama pamannya nenek, sama-sama di angkatan laut. Sampai akhirnya paman nenek meninggal karena suatu hal. Karena dekat dengan paman nenek dan masih satu daerah, sama-sama orang awak *padang, andung datang jauh-jauh dari surabaya untuk berkunjung ke rumah almarhum paman nenek yang kebetulan rumah nenek juga. 

“mungkin ini yang disebut jodoh” nenek berkata, akupun mengiyakan dengan sangat mantap

Kita belom saling kenal sama sekali, sampai saat andung datang dan mengantarkan barang-barang almarhum pamannya nenek ke rumah. Saat itulah pertemuan kita pertama kali, kami berkenalan dan dari situlah asal mula semuanya sampai sekarang ini..

Tidak lama setelah itu andung balik lagi ke surabaya, untuk meneruskan pekerjaannya. Berawal dari satu pertemuan itulah akhirnya andung menyurati nenek dari surabaya.

“Tulisan andung bagus loh, tulisannya bersambung. Enak bacanya, rapiiiih banget. Kata-katanya puitis kaya sastrawan” nenek membayangkang satu persatu memori yang hadir di ingatannya yang sudah semakin memudar itu.

Dari surat menyurat itu andung menyampaikan, kalau ingin meminang nenek. Nenek mengiyakan tapi dengan syarat ingin lulus di sekolah kebidanan dulu, baru mau dibawa serta sang calon suaminya itu ke surabaya. Andung mengiyakan syarat itu.

Hari pernikahan pun terjadi, andung kembali berlayar ke padang demi meminang sang jodoh. Ah betapa romantisnyaa.. akad terjadi di kantor penghulu dengan wali dari ayah nya nenek dan dua saksi, sayang keluarga dari andung tidak ada yang hadir. Karena kerasnya kehidupan andung dari beliau masih muda maka saat itu pun dia hanya hidup sebatang kara, ada kisah dibalik itu semua tapi tentunya butuh goresan tinta lebih panjang dari sekedar hanya satu halaman saja.

Nenek menunggu di rumah, karena akad sudah sah dilakukan hanya dengan penghulu,wali,serta 2 saksi saja. Alhamdulillah, mereka pun kini sah sebagai suami istri. Kisah tak berhenti sampai sini, demi memenuhi persyaratan dari nenek maka andung yang saat itu masih bekerja di surabaya, harus kembali ke tanggung jawabnya disana. Maka setelah pernikahanpun andung kembali ke surabaya dan nenek pun kembali melanjutkan studi kebidanannya.

Dengan rasa ikhlas dan dengan dasar iman yang kuat mereka melewati hubungan jarak jauh selama tiga tahun dengan tanggung jawab yang berbeda di kota yang berbeda. *Ingat loh, hubungan mereka sudah sah namun sebuah tanggung jawab memaksakan mereka harus melewati masa-masa terindah di awal pernikahan justru dengan rentangan jarak yang jauh dan alat komunikasi yang hanya berupa surat selama tiga tahun lamanya.

Lulus di akademi kebidanan tiga tahun kemudian, nenek pun menepati janjinya ia pindah ke surabaya dan akhirnya tinggal bersama sang suami, setahun kemudian mereka dikaruniai seorang anak.  Singkat cerita mereka mempunyai empat orang anak wanita dan satu anak pria yang sayangnya meninggal saat masih bayi.

“andung itu orangnya setia”(nenek)

Jadi ada lagi kisah di masa kehidupan berumah tangga mereka, dimana andung mempunyai usaha tambak ikan di luar kota. Saat itu, andung hanya seminggu sekali berkunjung ke rumahnya demi menjenguk istri dan keempat anaknya. Di kota tempat ia berwirausaha ada seorang pria yang menawarkannya untuk menambah istri lagi.

“bapak kan disini lebih lama ya.. seminggu sekali baru pulang, daripada nganggur mending nambah istri pak. Jadi kalau lagi disini juga ada yang ngurusin. Nanti saya cariin..”

andung pun menolak

“ah gak usah pak, anak saya banyak. Istri satu aja udah cukup”

Nenek yang mendengarkan ceritanya dari andung sendiripun sedikit was-was, sambil bergurau ia berucap “kenapa gak diterima aja itu tawarannya, kan lumayan”.. padahal dalam hatinya, pasti nenek sangat bersyukur mempunyai suami yang setia seperti ini. Sekalipun berwajah garang dan berdisiplin tinggi, ia hanyalah pria biasa yang hanya mempunyai cinta untuk dirinya,anaknya dan tentu tuhannya.

Oh iya sedikit info, andung ku pun pernah berlayar sampai negri timur tengah untuk mengantarkan para calon jemaah haji. Sayang beliau tidak sempat berhaji sampai akhir hayatnya, walaupun sudah menempuh jarak yang sangat jauh dari indonesia ke arab, 2 bulan perjalanan pulang pergi serta menunggu jemaah haji selama satu bulan. Total berada di dalam kapal selama 3 bulan terombang-ambing di lautan, itu bukan waktu yang singkat bukan.

Pekerjaan beliau pun sebagai seorang abri, yang tentunya pernah mengalami masa penjajahan belanda dan jepang. Pernah satu kali saat berperang, beliau tertembak oleh seorang penjajah tepat di dekat daun telinganya, menembus kulitnya. Alhamdulillah Allah masih memberikan keselamatan padanya saat itu. Saat ini almarhum andungku beristirahat dengan nyaman di taman makam pahlawan kalibata. Semoga kegigihan hidupnya menginspirasi saya dan kita semua..

Karena yang saya tahu zaman sudah banyak berubah..

Teknologi berubah.. alat komunikasi semakin canggih.. arus informasi pun semakin banyak dan terkesan tanpa batasan dan saringan..

Kebudayaan, kebiasaan orang-orang pun semakin banyak berubah, melenceng dari adat ketimuran dan islam..

Hal yang tadinya tabu untuk dilakukan menjadi biasa dan wajar untuk dilakukan..

Maka saat saya tanyakan nenek waktu itu, “nenek pacaran dulu ga sama andung sebelum nikah?”

Orang yang hidup jaman dulu bisa mengatakan iya dengan biasa saja, karena yang mereka tahu pacaran mereka jaman dulu tidak seperti sekarang.

iya, tapi nenek Cuma surat-suratan. Ketemu Cuma sekali waktu kenal pertama kali, habis itu andung dateng lagi ya buat nikah.”

Kalau jaman sekarang? Gak usah ditanya, yang jelas jawaban pacaran yang Cuma surat-suratan atau paling banter smsan sama telponan itu udah gak ada sejarahnya lagi. Itu duluuu.. lain sekarang..

“Kalau pegangan tangan nek?”

waaahh gak boleh itu, langsung dikawinin aja kalo gitu”

Hahaha.. saya Cuma bisa tertawa, dan merenungi.. kalau zaman udah banyak berubah, saya juga harus berubah, jangan gampang terbawa arus dan kebiasaan yang ‘salah’ apalagi membandingkan dengan orang tua atau siapapun “mama sama papa juga dulu kan pacaran.. kenapa kita enggak” zaman kan udah beda, jangan semakin buruk malah harus semakin baik dong yaa..

Nenek sama andung dulu LDR 3 tahun dengan posisi sudah sah menikah, fine-fine aja. Kenapa orang-orang malah ngehebohin LDR 2 minggu-3 minggu sama pacarnya… hahaha, yasudahlah yaa.. ambil hikmahnya aja, gak bermaksud ngejudge siapapun. Toh hidup itu pilihan masing-masing mau jadi putih atau hitam? Kalau abu-abu? Yasudahlah itu pilihanmu..🙂

Tribute for my grandma

*semoga kisah mu memberi inspirasi bagi orang banyak

My PASSION

live-with-passion

Sudah lama sepertinya aku tidak berkata-kata.. tiba-tiba saja aku dipertemukan dengan tumblr dari seorang penulis wanita yang sungguh tulisan-tulisannya mengguncangkan hati membuatku ingin merangkaikan kata-kata indah layaknya serbuan ombak di tepi pantai, Seandainya menulis semudah dan secepat itu.

Penulis yang menginspirasi diriku ini, sebut saja zenna nama yang cukup indah bukan? Dari dulu aku selalu berteorika nama yang bagus itu adalah nama yang jarang ada yang memiliki, sulit diucap, dan serasa keren bila dilafalkan. Ah, maaf saya terlalu bertele-tele kita lanjutkan saja bercerita dengan sosok wanita ini, dia yang pandai sekali dalam merangkaikan kata-kata menjadi cerita yang kadang cukup sulit dimengerti namun terasa romantis bila dimaknai. Kalimat-kalimat yang ia untai serasa hidup dalam alam di garis katulistiwa, cakrawala, bianglala, yang cetar dalam bahana. Hahaha, maaf lagi-lagi saya di luar konteks. Saya hanya ingin mencoba merangkaikan kata seperti zenna ini, menggunakan kata-kata yang jarang dipakai dalam bahasa percakapan sehari-hari.

Kata-kata yang digunakan begitu berbobot bahkan beberapa kata ilmiah yang kita pelajari di bangku kuliah ia gunakan, bahasanya layak sastrawan atau mungkin pujangga. Tapi ia wanita, disitulah saya berdecak kagum. Banyak pria yang bisa merangkai kata-kata penuh dengan keromantisan dan keindahan di setiap frase nya, kenapa bisa begitu? Mungkin karena pria diciptakan untuk merayu dan bukan dirayu. Kalau wanita bisa melakukannya? menulis dengan bahasa yang bisa menghipnotis setiap pembacanya? saya akan berdiri dan melakukan standing applause jika perlu.

Kau tahu, terkadang aku pun ingin bercerita dengan kisah hidupku yang penuh dengan lika-liku. Tapi disaat kau tahu, tulisan itu akan dibaca dan mungkin orang-orang akan langsung mengerti maksud dari apa yang kau tulis. Hasrat ingin menulis itu sekejap akan hilang, bagaimana mungkin semua kisah hidupmu dinikmati setiap orang yang membacanya. Bukankah hidup ini akan lebih bermakna jika penuh dengan misteri. Disitulah kurasa, tulisan zenna begitu menginspirasi dimana ia tak perlu merangkaikan kisah panjang penuh dengan narasi yang terkadang mungkin terasa membosankan bila dibaca. Saya cuplik sedikit tulisan yang ia post di tumblr nya berikut ini, silahkan baca dan maknai:

Hologram

Konyol. Di tengah kebosananku yang hanya duduk sembari mendengarkan dongeng dosen, aku masih bisa memikirkan kamu.

Ini fatal. Perasaan aneh yang membuat seseorang mempunyai keahlian baru, yaitu memunculkan wajah-wajah yang sebenarnya tak nyata di depan mata.

Bagaimana bisa aku melihat bayanganmu terbentang di layar depan kelas, dengan transparansi tujuh puluh sekian persen, terselip di antara formula-formula hasil temuan ilmuwan gila terdahulu? Mengerikan. Semacam lukisan yang muncul secara tiga dimensi di permukaan layar, dan bisa kusaksikan dengan mata tak berbalut apapun. Tak logis.

Ini bisa jadi cikal bakal atau ide dasar munculnya teknologi generasi kelima, yang mana orang-orang tak memerlukan lagi mouse, keyboard, atau monitor sebagai media yang mampu memunculkan dengan jelas lekuk-lekuk wajah pujaannya. Ya, cukup dengan satu rasa yang mereka kenal sebagai cinta, bayangan itu telah ada di hadapanmu. Salah satu keyakinan yang menguatkan eksistensi absurditas hologram.

Sosok hologram serupa kamu yang muncul secara rapat di setiap milisekon yang kumiliki ternyata menyadarkan aku akan beberapa fakta, yaitu aku mencintai kamu bukan hanya dengan logika, rasio, ataupun deret ordinal. Bukan hanya karena kamu memenuhi standar kriteria ideal yang aku tetapkan. Bukan pula sebatas menyentuh-disentuh-tersentuh. Aku mencintai kamu di luar akal, dengan nama kamu berputar-putar di sekitar kepala. Bukankah itu cukup rasional untuk menjelaskan hal-hal irasional yang terjadi?

Apa dengan membaca ini kamu jadi jatuh kepusingan? Baiklah, jangan lagi dipikirkan, sebab ini bukanlah pertanyaan yang memburu jawaban. Cukup rasakan, simpan dan beri aku satu senyuman.

Saya cukup membacanya satu kali dan sekejap rasa ingin tahu tentang siapa penulis yang bisa dengan indahnya marangkai cerita seperti ini. Kalau mau berbahasa layaknya anak SD yang disuruh mengarang cerita liburannya, mungkin hasilnya tak akan seindah ini. Biar saya coba tuliskan ulang dalam narasi sederhana yang tak memuat kata-kata penuh konotasi seperti diatas:

“Hari ini di saat aku sedang kuliah dan tengah bosan dengan ocehan dosenku. Tiba-tiba saja wajahmu muncul di pikiranku. Wajahmu menari-nari di papan tulis yang saat ini berisi rangkaian rumus super abstrak yang baru saja diterangkan dosenku. Aneh, bagaimana bisa begitu.. mungkin ini yang disebut orang-orang itu tentang cinta. Hal-hal irasional pun bisa terjadi saat kita sedang jatuh cinta, seperti inikah rasanya? Bayang-bayang wajahmu, namamu, dan semua tentangmu selalu muncul dalam benak ini. Orang bilang itu rumit, tapi aku rasa hanya dengan senyum mu itu cukup menjelaskan satu arti penuh makna yang mereka sebut itu cinta.”

Coba bandingkan narasi yang saya buat asal jadi seperti diatas dengan narasi yang dibuat oleh zenna. Tulisan yang sangat berbeda level tingkat kerumitan bahasanya, tapi memiliki kesimpulan yang sama. Seorang penulis akan memiliki gaya menulisnya masing-masing, ada yang cukup merangkainya secara sederhana yang penting sesuai dengan tata kaidah bahasa indonesia. Ada juga yang berbelit-belit mengungkapkan satu makna dengan kata-kata konotasi super sulit pengejaannya tapi terkesan eksklusif. Kalau bisa saya sebut, she is being extraordinary and it was really awesome.

Saya dan anda mungkin tidak akan pernah mengerti mengapa ada saja orang-orang yang bisa mengeluarkan kata-kata super ajaibnya yang sebelumnya tak pernah terpikirkan sama sekali. Andai kata semua orang memiliki bakat seperti itu, mungkin dua lembar kertas essay tak akan cukup untuk merangkaikan uraian jawaban satu soal di saat ujian. Bayangkan saja, hanya satu inti yang dimaksud tetapi dijabarkan dengan kalimat super panjang, bertele-tele, nan lebay. Mungkin kalau ada dosen yang cukup malas membaca, dia cukup mencontreng atau menyilang jawaban seperti itu.

Tapi kalau dalam bernarasi, bercerita, menyampaikan sebuah karangan, atau seperti apapun kamu menyebutnya, justru kemampuan seperti itu memiliki nilai plus dalam hal ini. Saya tidak tahu apakah sosok zenna ini memang seorang yang basic pendidikannya sebagai seorang sastrawan atau tidak, atau memang hidupnya disekelilingi oleh orang-orang yang pandai berkata-kata seperti dirinya.

Tapi yang saya tahu, setiap orang pasti punya inspirasinya masing-masing. Dengan rajin membaca dan berselancar dalam dunia internet, saya rasa pengetahuan dalam menulis tak hanya terbatas dalam sebuah mata kuliah yang diambil oleh seorang calon sarjana sastra. kamu,, saya,, kita pun sebagai orang awam saya rasa bisa kalau mau berlatih..

Menulis itu tidak susah.. hanya dibutuhkan sedikit imajinasi, kemauan, inspirasi, banyak membaca, bahkan pengalaman hidupmu sendiri yang akan kamu bagikan ke orang banyak. Kamu tahu menulis itu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan, jika kamu sudah menemukan jiwamu disana.

Tak butuh waktu lama untuk berfikir, ketika ingin merangkaikan beberapa kata, semua terlihat mengalir begitu saja. Seakan kucuran deras ide-ide di kepala ini tak mau dihentikan, yang kau rasakan hanyalah terus mengetik-mengetik dan mengetik. Tapi satu kendala bagi seorang penulis, yang saya rasa pasti akan dialami setiap orang, bahkan bukan hanya bagi seorang penulis profesional. Seorang penulis skripsi pun akan mengalaminya, yaitu ketika mood sedang tidak bagus, ide serasa buntu. Entah kata atau kalimat apa yang akan kau ketikkan untuk melengkapi tulisan yang belum selesai itu. Rehat sejenak, segarkan pikiran adalah jalan paling ampuh demi kembali mengembangkan ide-ide yang terasa stuck saat kau merasa jenuh. Tunggu, dan lihat hasilnya…

Yah akupun ingin menemukan gaya menulisku sendiri, seketika datang ide yang mengalir begitu saja apa yang akan kamu lakukan? Merangkaikan kalimat-kalimat yang ingin kau tulis terlebih dahulu di pikiranmu? Atau mencoba merangkaikan kata-kata agar bisa mudah dipahami pembacanya? Ups… jangan lakukan itu.. tulislah, tulis apapun itu yang ingin kau tulis, masalah editing? Selesaikan nanti. Kamu tidak akan tahu kapan saatnya tiba-tiba ide itu menghilang dan menjadi tak asik lagi untuk dituliskan, karena kau lupa detail cerita seperti apa yang ingin kau sampaikan.

Membuat kisah yang pernah kau alami sendiri untuk dibaca orang lain? kurasa tak masalah.. selama kau tidak melupakan, setiap orang harus tetap memiliki sisi misteriusnya. Ambigukan beberapa kisahnya,  atau mungkin pelesetkan sedikit satu atau dua kisahnya. Kamu kira para penulis itu hanya berhayal dalam menuliskan setiap ceritanya? Terkecuali JK. Rowling tentunya. Kisah mereka kebanyakan adalah cerita fakta, yang sedikit banyak mereka alami sendiri. Pernahkah kalian berfikir kisahku ini seperti kisah dalam novel saja, atau cerita dia udah kaya sinetron aja. “NAH” itu dia, ya memang karena hidup kamu, hidup kita ini, hidup saya pun memang sudah seperti cerita novel atau seperti kisah sinetron. Seandainya orang lain tahu, hidupmu itu begitu berwarna, penuh dengan kisah-kisah lucu, sedih, bahkan menyeramkan. Itulah yang menginspirasi seorang penulis, untuk mengabadikan kisahnya baik berupa tulisan di blog ataupun yang dibukukan.

Kalau kau merasa menyenangi suatu bidang, teruslah gali potensimu. Kau mungkin tak akan tahu kemana air akan membawamu pergi dan berlabuh pada suatu titik. Tapi tetapkan satu hal, kerjakan apa yang kau senangi. Banyak orang yang menghibahkan separuh hidupnya untuk mengerjakan hal-hal yang sama sekali dia tidak senangi, demi materi. Mungkin itu dapat menghidupi lahirmu, tapi tidak akan menghidupi batinmu. Seperti apa tandanya mengerjakan hal yang disenangi? Disetiap lelahmu tercermin kepuasan dalam batinmu.. itulah letak passion dalam hidup. Percuma bukan berlelah-lelah dalam mengerjakan suatu hal, tapi kau tidak merasakan satupun kesenangan di dalamnya selain hanya materi yang kau dapat.

Ah maaf, mungkin aku terlalu banyak berteori disini, akupun telah merasakan tergelincir dalam satu bidang yang sebenarnya tidak aku senangi. Sebesar apapun kau mencoba untuk menguasai bidang yang tak kau senangi, sepertinya akan terasa melelahkan karena hasilnya mungkin tidak akan berkembang secara signifikan. Lain hal nya bila memang kau sudah menyenanginya sejak awal. Mungkin kalimat yang pas dalam hal ini adalah “kembangkan apa yang kau senangi dan pelajari apa yang tidak kau senangi” begitulah kurang lebih. Yapsss Allah menciptakan manusia dengan  minat dan bakat nya masing-masing bukan?

Untitled-1

“Lives Your Life, Not The Others Life, Cause Life is Short”

 

Wise in choosing the idol (siapa idola kamu?)

Euforia kompetisi X Factor masih sangat terasa dan membuat saya ingin menuliskan hal ini..

* that’s not the point of my writing, it just the beginning. Keep read untill the end, and you will find the purpose of my write ^ __ ^

Langsung seteleh nonton gala show yang ke tujuh ini, beberapa pemikiran mengalir begitu saja di dalam otak saya dan tak sabar rasanya ingin menuliskan hal itu. Jadilah pagi ini tepatnya pukul 2 dini hari, yang seharusnya saya terlelap tidur di kasur nan empuk namun tak jadi terealisasikan. Malah akhirnya beralih meninggalkan kasur dan berujung di depan netbook ini mulai merangkai kata demi kata. Okey, sekian sepertinya paragraf pembuka ini sebelum sampai kepada apa yang ingin saya sampaikan..

Who will eliminated between mika and gede bagus? This what I’m thinking before the judge decision

With my objective side I choose gede, but when I see the euforia and hear those women screaming, then suddenly I change my guess, of the subjective side to mika.

So my subjective think’s side win, Mika was choosen to be save by three judges and gede has eliminated

My thought that was pretty funny, is that from this two boys, mika’s X Factor is his cutty face (all that girl said *but not for me) and gede’s  X Factor is his western girlfriend (why the cameraman always shoot her? That was pretty weird I think, semacam norak *hhe). Come on… Factor X could come from anything right? and if they have to choose from the voice, I think it’s not for both of them. Okey it’s just my thought, don’t blame me. We all have our opinion right?

But what I wanna share is not about this X Factor competition, it’s just the background for what I want to write after this…

Mungkin ada yang setuju dan ada yang tidak setuju dengan pendapat saya di atas, ya kalau masalah itu terserah opini dan selera masing2, tidak ada yang bisa dipaksakan dan disamakan. Kali ini saya berpendapat memang faktor penonton dan penggemar mika yang sudah tidak dapat dipungkiri lagi menjadi salah satu pemicu ia masih terselamatkan sampai sekarang. DARI AWAL jujur saya tidak bisa melihat bagian mana dari diri dia yang memiliki X Factor dari sisi suara, dari tekniknya saja terlihat dia yang paling lemah dibanding yang lain (*berasa juri&berasa jago :p ) tapi lagi2 faktor sms tetap yang mempengaruhi keputusan.

Every girls was screaming of him “mikaaa… mikaaa….” every tweet was wrote about him “mika ganteng” “mika bikin melting” (-______-“) (hasssshhhh)

Beginilah wanita-wanita abg jaman sekarang… hahhaha *berasa tua

Eh tapi ini serius lohh, ini faktaaa… gak bisa dipungkiri lagi, apalagi euforia memuja cowo tampan mulai sangat terlihat di jaman serba K-lovers kaya sekarang. Korea merajalela dimana-mana, mulai dari drama romantis, boy band, and what ever about that. Kalau versi Indonesia ada Smash lovers, ariel lovers, sampe iqbal anggota coboy junior lovers. Yakaaann gak peduli umur, yang penting ganteng & lucu *eh.

Yaahh gak bisa dipungkiri, saya juga sempet ngidolain salah satu artis korea yang rada “WEW” gitu kalo diliat, sebut saja Lee min ho (hahha) tapi gak segitunya juga, kagum aja gara2 liat film nya. Setelah selesai merasakan efek melting habis nontonin filmnya, yaudah jadi biasa lagi.

What I really feel is.. (alasan saya tidak mau terlalu mengidolakan seseorang adalah)

Siapa dia sampe kita idolain dan kagumin sampe segitunya?

Siapa dia yang mesti kita cari tau profil, hobi, biodata, dan kegiatan2nya?

Siapa dia yang mesti buat kita nyari tau, penasaran, sampe ngoleksi foto dan poster dia?

Siapa dia yang buat kita tergila2 sampe terobsesi pengen jadi pasangan hidup dia, dihayalin sampe dimimpiin segala? (ada yang sampe segininya loh, ciyuuss ^_^)

Siapa dia yang sampe buat orang2 rela ngeluarin kocek lumayan gede dan rela berdesak2an demi liat dia langsung di konsernya?

Siapa dia yang bisa ngebuat wanita2 jerit2 histeris bahkan sampe ngeluarin air mata pas ngeliat dia secara langsung?

Sekedar kagum sih fine2 aja, tapi untuk menjurus ke addicted, fanatik, dan semacamnya “doesn’t really worth I think”

Yang dikagumin itu apanya sih? Tampangnya? Suaranya? Actingnya? For what?

Buat apa itu semua? Ada yang guna gak itu semua buat kehidupan kita kalo sampe ada yang “going crazy” Cuma karena habis liat konsernya atau habis nontonin video klip nya. Yaaa, gak melulu ke cewe sih kalo masalah mengidolakan seseorang kaya gini, cowo juga ada tapi seringnya yang fanatik sampe teriak2 histeris yaa cewee, Kaum hawa.. kalau cowo yang teriak2 ya perlu dipertanyakan juga kejantanannya *hhaha

What I really wanna say is…

We have to think smart and choose who deserves to be our idol…

Sosok yang kaya gimana sih yang patut dikagumin? Bagian mananya sih yang mesti dikagumin? Keuntungannya apa kita ngagumin dia? Ngasih dampak positif gak sih buat kita? Buat kita jadi berkembang lebih baik gak sih?

So.. so.. answer that quetion. Is that our idol is good enough to be the real idol? Is he (the idol) give us the positive impact? If you think to have an idol, don’t have to be this serious, just enjoy and having fun for this kind of thing. I don’t think so…

Sesuatu yang kita sukai dan kita elu-elukan pasti lambat laun bisa berpengaruh dengan apa yang kita perbuat nantinya.

Coba kalau kita mengagumi seorang pengusaha sukses, pasti inspirasi ada aja kan yang ngebuat kita terpacu buat ikutan sukses juga, mengagumi seorang motivator islami, pasti terpacu ingin menjadi lebih baik. Apapun itu kalau positif nilainya, akan ada manfaatnya buat kita juga.

But to be honest and to be wise we all know who is the person that was the best man we have to admired, the best person to be an idol..

Tidak lain dan tidak salah lagi ialah Rasulullah SAW or our prophet Muhammad SAW. We all know about this, but almost we forget how to act if we choose him as our idol. Bukan hanya dengan kata2, kita mengatakan idola utama kita adalah rasulullah, tapi juga dengan perbuatan. Bukannya begitu? Mengikuti sunnahnya dan segala perintah yang diterimanya dari Allah. Apakah kita sudah menjalankan segala sunnah dan ajarannya? Masih banyak yang terlupa dan yang terlewat kan pasti? Saya juga masih belajar, kita semua belajar untuk terus menjadi lebih baik bukan?

So what’s the conclusion of my writing today?

Yapsss,, silahkan kalian mengidolakan seseorang tapi pada tempatnya dan jangan terlalu berlebihan. Karena idola yang paling baik ialah Rasulullah dan orang2 yang bisa memacu kita menjadi lebih baik lagi.. Jangan sia-siakan waktumu untuk mengelu-elukan dan mengulik kehidupan seseorang yang bahkan tidak mengenal dan tidak peduli siapa dirimu. Bagaimana dengan rasulullah? MasyaAllah, bahkan sampai akhir hayatnya dia masih mencemaskan kita umatnya, “Ummati.. Ummati.. Ummati..” itu yang beliau katakan sebelum ajal menjemputnya. Begitu sayangnya beliau terhadap umatnya, bahkan sampai akhir hayat dia masih menghawatirkan keadaan umatnya nanti sepeninggal beliau. Sosok idola seperti apalagi yang kita harapkan, sepertinya beliau sudah cukup sempurna sebagai sosok idola kita umat Islam.

Thanks for the reading

Mohon maaf atas segala kesalahan tulisan saya diatas, I still learning.. ^_^

make over and photography

This is such a one kind of thing that me and my sister do, during my laziness

I like to take the photography and do make over to my little sister,

Before she looks so old with her eye glasses, but when she got the make over…. taddaaaa does she look so cute, just like an arabian girl or an indian girl. hhaha.. look for those fake eyelashes.”ANTI STORM LASHES” like syahrini said… 

DSC_0024-008 DSC_0012-007 DSC_0010-005 DSC_0009-004 DSC_0005-003DSC_0004-002

I love to do these things,

make over is great.. not just make over people, but also make over a room, make over my style or anything else….

maybe because I feel bored so easily, that’s why I want a new look with something I have and something I see.. maybe if I have so much money I will make over my parent house. hhahaha…

okey maybe in my different post in this blog, I will show the picture of make over room that I’ve ever did before..

but now I just want to show, my another hobby.. take a photograph, with my sister as a model.. because it easy to asked her did everything I tell.. hhe

DSC_1725-002 DSC_1726-027 DSC_1727-029 DSC_1728-027 DSC_1729-027 DSC_1730-027 DSC_1731-027 DSC_1720-027 DSC_1724-031this picture was take after my brother’s wedding, we take the traditional wedding that was minang tradition. she wear the suntiang in her head, it’s not heavy like another said. because it’s the floaty one, I tried this also.. before “my day” come, I want to see how I look in these.. *ups😀

DSC_1741-002 DSC_1738-003

what can I say..

that I really love to take a photo..especially take a portrait of myself. it’s okey if you want to say it so ‘narsis’. cause maybe ‘Yes I am”😀😀DSC_0107-002

DSC_0042-010 DSC_0054-012 DSC_0068-006 DSC_0069-007 DSC_0084-016 DSC_0085-017 DSC_0087-012 DSC_0089-014okeyyy I think it’s enough..

make over, photography, narsis, and what ever it’s called I just enjoy to do that things…

so this is the last thing that called “narsis photograph”

DSC_0059-002 DSC_1760-003

So much fun for doing something with your ‘closest’ and in my side there is my sister

how about you?

skripsi oh skripsi

Semester 8 sudah di depan mata….

Apa yang ada di dalam pikiran saya? *emang gw peduli

Oh jadi begini ya rasanya jadi mahasiswa tingkat akhir.. (jeng..jeng..) *zoom in zoom out

Huwaaaahhh, selangkah lagi menuju kelulusan meeenn

Skripsi

Ya Cuma satu kata itu yang jadi tugas saya sekarang di semester ini selama 6 bulan ke depan.

Baru hari pertama masuk di awal semester 8, tapi udah berasa jadi pengangguran gak jelas gini, pengennya nyusun skripsi di rumah aja sih. Ke bogor kalo mau bimbingan aja. Hhehehe

Bingung mau mulai dari mana buat nyusun skripsi ini, walaupun udah kolokium. SAM_8153-002Pendahuluan udah dibuat, latar belakang, tujuan, metode pun udah jelas. Tapi kan itu Cuma sekedar kata-kata men, atau Cuma dokumentasinya aja. Masih bisa lah dikerjain, tapiiii… buat programnya ini yang gimana? Huwaaaahh, cetresss…

BISA mel BISA lo pasti BISA

(the power of sugesti)

 

Seandainya nyusun skripsi itu segampang ini yaaaa…. hhe

 

SAM_8161-002

*skripsi-skripsi orang ane tumpuk-tumpuk. namanya disusun kan bener?

SAM_8158-001

(susunan skripsi mahasiswa bokap)

Tahapan awal, ngumpulin data dulu aja deh. Bukunya udah ada, siapin tenaga aja buat ngedata 600 kata. HU HA !!

SAM_8152-001

Pendapat nyokap pas baca buku yang saya pinjem ini.. “waduh jauh-jauh kuliah di bogor, ujung-ujung nya ngebahas kampuang juga skripsinya” (ralat sedikit) bogor itu gak jauh-jauh amat Cuma dua jam dari rumah. Makanya semester 8 ini saya mau bolak-balik aja Bogor-Serpong, kossan buat transit istirahat aja. Dan membuat topik bertemakan kampuang halaman awak ini, justru jadi suatu kebanggaan tersendiri. (berdiri bertolak pinggang sambil mengeluarkan cahaya)

Semoga selama proses pengerjaan skripsi ini, lancar, gak ada halangan, gak ada ganti-ganti topik, dan lulus tepat waktu. Amiiiiiin…..

Hari ini tuh harusnya udah mulai ngumpulin data, eh tapi sesuatu yang tak disangka mengalihkan perhatian saya. Gini nih kebiasaan tiap mau ngerjain sesuatu yang serius, dan berbau “masalah kuliah” pasti ada aja yang jadi kendala. Entah ini tangan pengennya ngerjain yang lain aja yang lebih ‘menyenangkan’ jangankan sripsi yang deadline waktunya lumayan lama. Buat ujian yang tinggal H-2 hari aja masing nunggu waktu sampe waktu H-1 hari buat bener-bener bisa fokus belajar. JANGAN DITIRU!!

Hal ini yang mengalihkan pikiran saya

SAM_8142-015

“eh tiba-tiba pengen ngelukis deh” tercetuslah pikiran itu tiba2

Tenang-tenang saya bukan pelukis, dan saya juga sepertinya tidak berbakat melukis. Hanya sekedar suka demi mengisi waktu luang, entah udah berapa corat-coret gambar atau lukisan abstrak yang saya buat, Cuma buat iseng. Sebenernya gak bisa ngegambar dengan imajinasi sendiri sih, kebanyakan emang niru gambar yang udah ada. Just another hobi, selain membaca ^_^

Ini dia hasilnya:

anak TK sama saya aja kalah… gambar saya kalah sama gambar anak TK nya… (tenang ane sadar diri kok :p)

SAM_8130-004

mirip gak? (saya tau jauuuhh, tapi pliss gak usah diketawain😀 :D)

SAM_8126-001

tampak bawah:
SAM_8133-006

tampak atas:SAM_8136-008tampak bunga:

SAM_8137-011

tampak badut: (bhahahaha)SAM_8140-014

Ada lagi keisengan selama nemenin ade saya yang lagi belajar di ruang tamu, malah ngegambarin taplak meja yang ada di ruang tamu. hehehe

ini gambarnya:

SAM_8148-018

 

ini taplak mejanya:

SAM_8150-010

Sekianlah keisengan saya yang harusnya nyekripsi, eh malah jadi ngelukis.. (entah apa)

Ampe-ampe bokap bilang gini. “wihh gambarnya udah jadi aja, Tuh kerjain skripsinya juga kaya gitu, cepet selesai kalo fokus”

“OKEHHH”

>____<

*ekspresi muka berubah

okeeeyyy cukup menohok, karena tentunya ngerjain skripsi tidak semudah melukis gambar tak jelas  dibalik sebuah kalender ini. Oh iya, media melukisnya pake kalender baru tahun 2013. Sampe-sampe nyokap nyariin “kalender mama yang di gantung disini mana?”, terus sambil cengengesan saya bilang “Lah.. ya itu ma kalendernya, dibalik gambar nya. hahahahha” *kabooooorr

sekian..

semoga di kesempatan nyekripsi berikutnya tidak timbul lagi hal aneh mengalihkan pengerjaan skripsi…

PAITING!!!

*FIGHTING maksudnya bukan painting🙂🙂🙂

 

Di balik kisah perjalanan ke Yogyakarta

Parangtritis, 30 Januari 2013

Pelan-pelan kutelusuri hamparan pasir putih nan luas itu..  sesak di hati, pikiran kalut tak menentu, hanya istighfar tiada henti yang bisa kulantunkan di mulut ini. Tak ada tetes air mata yang tumpah, tapi sungguh lebih menyakitkan sedih tertahan dari pada sedih yang terluapkan.841227_10200600895413274_134313448_o

Hatiku terus menggumam “Ya Allah cobaan apalagikah ini yang kau timpakan padaku? Pantaskah aku mendapatkan cobaan bertubi-tubi begini? Apa maksud dari teguran kau kali ini ya Allah?”entah seperti ada yang salah pada diriku kali itu… sudah kucoba ikhlas atas kehilangan yang pertama tadi. Bahkan aku tidak sempat bersedih, mencoba mengambil hikmah dari kehilanganku sebelumnya. Berusaha berfikir positif, mungkin memang bukan rezeki ku kali itu.  Tapi untuk kejadian naas yang kedua kali ini, otakku tak sanggup lagi membendung pikiran positif. Memaki-maki diri sendiri atas keteledoran yang terjadi. Merutuk diri, kenapa tidak berhati-hati sebelumnya.. cerobohnya diriku ini.

Mataku yang memang tidak minus, mencoba menelusuri setiap jengkal hamparan pasir putih itu. Mencoba mencari-cari barangkali sudah tertupi pasir sebagian, “tidak mungkin benda itu tak terlihat oleh mata ini, kalau memang masih ada” batin diri. Iya benar sekali ‘kalau memang masih ada’, kalau tidak ada yang mengambil saat melihatnya, “ya Allah semoga kau jaga barangku itu, dan biarkan aku menemukannya dalam keadaan utuh” doaku dalam hati. Aku coba yakinkan dalam hati Allah itu maha baik, Ia tak akan menguji hambanya melebihi kemampuan kita. Tapi yang jadi pertanyaan, apakah Allah merasa aku masih bisa menghadapi ujian ini untuk yang kedua kalinya? Kalau memang Allah merasa seperti itu, celakalah aku.

Benda itu mencolok sekali warnanya, apa iya hamparan pasir putih yang luas di depanku ini dapat menyadurkan benda yang sedang kucari itu. Aku tak ingat persis track yang kulalui dengan mobil kecil bernama ATV tadi, tapi yang kuingat pasti aku hanya berputar satu kali dan itu tak jauh dari sini.

Kuterus mengelilingi setiap jengkal pantai parangtritis di sore itu, namun langit terlihat masih terik seolah waktu berjalan begitu lama. Sesak hati yang tak kunjung reda, masih saja terus meretuk dalam hati diselingi istighfar memohon ampun. Semoga dengan kejadian ini, Allah sedang mencoba menghapuskan dosa-dosaku sebelumnya.

Kau tahu apa yang disebut merasa sendiri di dalam keramaian? Anda berada ditengah hingar-bingar, canda-tawa orang-orang di sekeliling anda, namun yang terasa hanyalah sepi. Seolah mereka Cuma background bergerak yang lalu lalang disamping anda tanpa anda sadari apa yang sedang mereka lakukan, apa yang sedang mereka bicarakan. 539933_4553215828261_1318971156_nSeolah-olah saya memiliki remote yang me-mute kan suara mereka, hanya gerakan yang bisa saya tangkap. Masalah suara? Entah apa yang terjadi di sekeliling saya, tak satupun tercerna di alam sadar ini. Alam bawah sadar ini hanya memfokuskan pada satu hal, mencari benda yang hilang itu. Ya aku terus mencarinya, tanpa lelah berharap Allah masih memberikan satu keajaiban kepadaku. Orang-orang lalu lalang, bercanda, tertawa, tak ada satupun yang aku gubris. Bahagianya mereka, sayang.. kali ini saya tak seberuntung mereka yang bisa merasakan tawa lepas tanpa beban di hati.

Satu dua benda saya curigai sebagai benda yang saya cari, menyembul dari pasir dalam balutan warna yang serupa dengan benda yang saya cari. Mencoba mendekat sedikit berlari, jarak 4m 3m 2m 1m terus berdoa semoga itu bendanya, ah ternyata bukan. Terus mencari lagi, Allah akan menolong hambanya yang bersungguh-sungguh bukan? Ikhtiar dulu sambil berdoa selanjutnya baru tawakal.

Disela saya mencari-cari, beberapa teman mendekati mencoba menanyakan apakah benda itu sudah ditemukan. Yang bisa saya lakukan kala itu adalah, memaksa tersenyum sambil menggeleng dan kembali menunduk melihat butiran-butiran pasir kecil yang tak terhingga jumlahnya ini lalu kembali menelusuri tak tentu arah, memutar dan kembali ketitik semula lagi.  Beberapa  teman juga ada yang mencoba membantu mencarikan, aku bersyukur masih ada yang peduli. Siapapun mereka, semoga Allah membalas kebaikannya.

Masih dengan muka menunduk sambil memicingkan mata, barangkali kurang jeli dalam mencari, seketika seorang teman datang menghampiri dan merangkulku, sedikit menyemangati dan menyuruhku bersabar. Lalu ia ikut sibuk menjelajahi pasir-pasir yang sejak tadi sudah kujelajahi entah sudah putaran yang keberapa kali pasir ini kujejaki, mungkin ia sudah bosan melihatku (pasirnya). Ia yang menemaniku mengeluarkan kata-kata bijaknya, aku yang dari tadi merasa sendiri di keramaian lantas tersadar ‘aku tidak sendiri’. Ia berkata “tidak ada kejadian di muka bumi ini tanpa izin dariNya, mungkin kejadian inipun memang sudah ditakdirkan olehNya. Tanpa kita ketahui Allah memberikan pelajaran yang berharga dari cobaan yang Dia berikan. Kamu mungkin bisa lebih berhati-hati lagi menjaga barang bawaan kedepannya.” Aku Cuma bisa tersenyum kecut mendengar kalimat itu, “iyah, semua yang terjadi memang sudah direncanakan oleh Nya. Tapi betapa cerobohnya aku ini, ini sudah yang kedua kali di hari yang sama. Tak berselang waktu yang lama pula, dan aku tidak belajar dari kesalahan yang pertama. Ada apasih sebenernya sama diriku ini?” Temanku hanya memandang sambil tersenyum dan menepuk-nepuk pundakku membantu menyabarkan diri ini.

Tak sanggup menahan lagi, akhirnya terjatuh juga tetesan air mata yang sudah sejak tadi hanya tertahan di batin ini. “sepertinya benda itu aku ikhlaskan saja, sudah kita tidak usah mencari lagi. Mungkin memang ini pelajaran yang harus aku hadapi”, 843031_4553122545929_626310830_oia kembali merangkulku mengusap kepalaku dan mengajakku ke pinggir pantai. Kami duduk di pinggir pantai melihat deburan ombak, langit sudah tampak menjingga matahari sudah mulai lelah menampakkan sinarnya dari siang tadi. Entah berapa lama waktu yang kuhabiskan untuk mencari benda tersebut. Ternyata hasilnya nihil…

Kuhirup napas dalam-dalam, air mata kembali menetes.. temanku yang sejak tadi setia menemani merangkulkan tangannya ke pundak ini, kembali menuturkan kalimat-kalimat indah yang bisa sedikit menenangkan jiwa. Aku bahagia masih ada orang yang menuturkan kalimat-kalimat positif di sela kesedihan yang mendalam ini. Tanpa ia minta, akupun menceritakan kronologis mengapa dua benda berharga itu bisa hilang tak lagi dalam pegangan ini. Aku menceritakannya sambil terisak, sudah tidak sanggup rasanya menangkupkan kesedihan ini hanya untuk diri sendiri.

Kejadian pertama,

Keraton Yogyakarta,

798201_416688048405324_1534018010_oSedang asik-asik berfoto-foto dalam sebuah galeri lukisan didalam keraton, tak sekalipun sejak masuk ke dalam keraton tadi aku membuka tas. Karena kamera pun tak aku keluarkan, rasanya malas melihat teman-teman juga sudah banyak yang membawa kamera. Sepertinya menebeng jeprat-jepret di kamera mereka saja lebih asik, tak perlu memfoto tapi difoto. Hhe.. saat membuka tas, yang tadinya bermaksud mau melihat jam di hp. Tiba-tiba aku disadarkan kalau hp tersebut tak ada di tempat semestinya, kondisi tas masih utuh, tidak ada bukaan resleting sama sekali. Akupun langsung teringat terakhir menggunakan hp di bis, dan sepertinya aku memang lupa meletakkannya di bangku bis. Ya Allah kenapa bisa lupa begini ya, dan tersadarnya setelah waktu yang cukup lama. Langsung saja aku meminta salah satu teman untuk menemaniku menuju bis, kami bertanya lokasi bis yang ternyata letaknya lumayan jauh juga. Disela-sela kepanikan namun seolah sudah mempunyai firasat tak enak, akupun meminta temanku menelpon nomor hp ku. Ternyata benar saja “nomor yang anda tuju sedang tidak aktif” okey saat mendengar jawaban dari temanku, saat itu juga aku merelakan hp ku itu. Bukannya sombong, dan merasa barang itu tidak berharga, tapi mau diapakan lagi satu hal yang bisa membuat hati ini tenang hanyalah dengan mengikhlaskannya, innalillahi barang itu hanya titipan saja, kalau seketika diambil atas izin Nya yasudah relakanlah. Walaupun diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab, Itu nantinya akan menjadi pertanggung jawaban dia kelak baik di dunia maupun di akhirat. Sesampainya di bis, kondisi bangku ku memang kosong melompong, tidak mau terlalu mencurigai atau menghakimi orang lain. Karena hal ini memang datang dari keteledoran diri sendiri, daripada suasana menjadi tidak enak nantinya lebih baik ku cepat selesaikan dengan mengikhlaskannya. Jurus paling ampuh memang Cuma mengikhlaskan, akupun menelpon orang tua mengatakan kejadian yang baru saja saya alami, dan mamaku menitip pesan untuk kedepannya barang-barang lain dijaga termasuk kamera. Yah, aku menyanggupinya.. akupun tidak terlalu merasa bersalah dengan mereka, karena hp itu hasil jerih payah sendiri selama mengajar privat waktu itu. Jadi ya kalopun harus ada yang merasa rugi, itu adalah diriku sendiri. Mengambil hikmah dari kejadian ini, mungkin aku kurang sedekah kali ya. Sedekah Cuma sama pengamen doang,hhe..

Selesai berkunjung dari keraton kami melanjutkan perjalanan menuju pantai parangtritis, disinilah kejadian kedua terjadi..

Pantai parangtritis,

556434_4389397453225_1922617985_nHembusan angin meniupkan topi coklat bundar yang aku pakai saat itu, angin juga menerpa wajah meninggalkan bau pantai yang sangat aku rindukan ini. Tak lupa pelengkap kacamata hitam kupakai menahan teriknya sinar matahari. Kami berlari-larian diantara pasir-pasir itu menendang-nendangkan air laut yang menyentuh pinggir pantai. Sudah lama sekali sepertinya, saat terakhir kali menyentuh pantai seperti ini.. menangkupkan segenggam pasir, berlarian saling mengejar dan melemparkan pasir yang ada di tangan, “perang pasir dimulaiiiii…” 555249_2858445436837_1657027962_nah layaknya anak bocah yang senang bermain lari-larian dan bermain dengan air laut kita semua tampak bahagia saat itu. Kesibukan di arah lain pun tak kalah serunya, para pria-pria itu sedang bekejar-kejaran memperebutkan bola, what?sepakbola? setahu aku permainan pantai itu yang paling pas kan voli. Hhaha biarkanlah mereka bersenang-senang dengan caranya masing-masing. Di sisi lain ada yang sedang melompat-lompat berusaha mendapatkan pose paling keren saat jepretan kamera dibidikkan, hasil yang didapat dari bidikan kamera itu terlihat seolah mereka terbang tinggi menggapai langit dan tak menapaki tanah.775755_2857040681719_1364135346_o Itulah kecanggihan kamera dan keahlian fotografer demi memperlihatkan objek yang dipotretnya melompat amat jauh. Ah padahal kami melompat tak seberapa, paling hanya 50cm, tapi yang nampak digambar seolah kita melompat sejauh 2m (hahaha). Melihat lagi kearah lain, segelintir orang sedang asik-asiknya mengaruk pasir-pasir putih ini berusaha membuat istana megah “the castle of ilkomerz 46” katanya. Lucu sekali, senang melihat mahasiswa-mahasiwa tingkat akhir ini bermain-main. 

Mereka tampak lepas, tertawa, melupakan sejenak skripsi yang akan menungguinya di depan mata. Kembali ke masa kecil, seolah tak ada beban. Hari itu aku benar-benar sudah melupakan kejadian naas yang terjadi siang tadi. 842965_416705335070262_1371765648_o 217519_2858460397211_2001280995_nAku asik ikut bermain dengan mereka, tentunya semua kejadian itu tak mau aku abaikan begitu saja. Aku ambil kamera pink pocket kecilku, seolah seperti wartawan yang sedang meliput kegembiraan mereka aku wawancara mereka satu persatu mulai dari yang bermain lari-larian saling melempar pasir, yang sedang berlompat-lompatan untuk difoto, yang membuat istana pasir, yang sedang mentato temporer badannya, yang sedang bermain ATV, sampai yang sedang asik duduk sambil berpayungan hanya mengamati yang lain. Yaaah aku rekam semuanya, sampai orang yang paling pemalu sekalipun aku mintai pendapatnya tentang acara jalan-jalan bareng ini. Ini moment kebersamaan terakhir batinku yang mungkin kedepannya akan sulit dilaksanakan lagi. Karena mungkin kami sudah berpencar, sibuk dengan skripsi masing-masing. Mungkin ada yang lulus duluan, ada yang sudah kerja, atau ada yang hilang2an (kalii).

Sejenak selesai merekam semua aktivitas mereka, kuhampiri teman yang sedang bermain ATV. “mau doooong naiiik” sedikit merajuk kepada teman yang sedang bermain ATV. Untuk menyewa ATV itu dibutuhkan 50rb untuk setengah jam bermain. Ingin mencoba barang sebentar saja, kami bergantian menaiki ATV itu. 812550_10200600897613329_733610089_oAku kala itu ingin duduk di depan, yang menyetir dan membawa ATV nya. “gw dulu yang bawa yaa, nanti gantian” ujarku. Sudah merasa siap dengan menyetir ATV ini, namun ada yang sedikit mengganggu, kulepaskan dahulu kacamata hitam yang kupakai saat itu dan kuletakkan disela-sela kaki. Kubawa ATV melintasi teman-teman yang sedang bermain, melintasi pengunjung lain yang juga sedang membawa ATV. Tiba-tiba adrenalin ini meningkat, ingin membawa ATV lebih cepat lagi, akhirnya kukencangkan gas (wuuuung…) ATV kami melaju lebih kencang, separuh mengebut. “woii..woi.. pelan-pelan woi santai” temanku menyahut karena topinya tiba2 terjatuh. Aku berhentikan sebentar agar dia mengambil kembali topinya. Lalu aku gas kencang lagi ATV tersebut (tidak kapok), “mel sellow mel, duduk gw gak enak nih” kebetulan dia memang duduk miring, aku yang suruh agar sedikit terjaga batas antara pria dan wanita (hahaha). “masih kaku aja” ujar dia saat aku suruh duduk seperti itu, “hhehe.. gapapa lah”aku bersikukuh.

Okeyy, satu putaran cukup aku rasa. Sesampai di tempat mereka berdiri, menunggu untuk bergantian menaiki ATV, aku melangkahkan kaki turun dari ATV,798179_416696565071139_1237868517_o tiba-tiba ada benda jatuh dari kakiku. Seketika akupun tersadar “eh kamera gw?”  mencoba mencari disela-sela kaki “adanya ini mel” temanku memberikan kacamata hitam itu ke tangan ku. “kamera gw mana? astaghfirullah’alazim pasti jatoh tadi pas ngebut2an” dalam kondisi panik tanpa berpikir panjang. Kupinjam lagi ATV itu sendiri sambil melintasi track yang tadi baru kutempuh. Tidak ada! Oh God, ada apa ini sebenarnya.. kenapa aku ceroboh banget sih batin diri. Naas nya lagi, ATV yang kukendarai mogok tak mau di gas. 843763_416696568404472_206002949_oArghh daripada menunggu lama, keburu kameranya ditemukan orang lain kupikir aku langsung memanggil temanku yang berdiri tak jauh dari sana. Kuminta dia menjaga ATV ini, kejadian yang terjadi selanjutnya adalah….

(back)

“Ya begitulah ceritanya tadi, sampai saat ini hp dan kamera itu sudah hilang entah kemana” dia yang menemani, masih setia mendengarkan setiap ceritaku itu. “boleh pinjem hp nya? mau telpon orang rumah” sebenarnya aku sudah tidak tahu mau bagaimana lagi, satu-satunya yang membuat agar pikiranku lebih tenang adalah memberitahukan mama. Setelah memberikan hp nya aku memencet  nomor rumah, ya Cuma nomor itu yang aku ingat di luar kepala. Ketika telepon diangkat aku sudah tidak bisa membendung semuanya. Sesegukan tak terelakan mengiringi ceritaku. Selesai menelpon terasa sedikit lega, walaupun tetap tak menghilangkan sedih ini. “biaya yang cukup mahal untuk pergi ke jogja” ujarku sembari tersenyum kecut.

Kami berdua sore itu saling berbagi cerita, sekedar untuk melupakan sejenak kesedihan ini. Aku tahu Allah sedang mengujiku kala itu, aku harus kuat.. Kuhapus air mata ini “Ya Allah.. jika memang ini caramu untuk menegurku, mengujiku aku hadapi semuanya dengan ikhlas. Semoga kau mempunyai rencana yang lebih baik kedepannya untuk diriku ini”. Sore itu sebenarnya adalah moment paling baik dengan mereka, aku merasa semua rekaman di kamera tadi hanya tinggal kenangan saja. Menghadap ke pantai dengan pemandangan deburan ombak, angin sore yang berhembus, langit sore yang semakin menjingga, buliran pasir yang diterpa air laut, semua itu adalah saksi bisu tangisan seorang wanita ceroboh yang berjanji akan belajar dari pengalaman pahitnya kali itu.

Ombak sore itu semakin besar, tak ada satupun orang yang berenang di laut. Parangtritis hari itu memang sedang pasang, sehingga tidak ada pengunjung yang boleh masuk ke air laut.841264_416705201736942_1471156279_o Mereka hanya boleh menikmati di pinggir pantai. Seketika air laut yang terhempas hampir mengenai kami berdua membuyarkan lamunan kita. Kami berdiri menghindar, “kesana yok, ngumpul sama yang lain” aku berkata sambil menghapus air mata untuk yang terakhir kali, kami beriringan menghampiri teman-teman yang sedang melakukan sesi foto terakhir di pantai itu. “hayooo teriaaak” ujar fotografer “aaaaaaa……..” sebenarnya tak sanggup lagi berteriak, ”sekali lagiii, free style sekarang” kupaksakan senyumku di sesi foto terakhir itu.

“Harta masih bisa dicari, benda hilang itu masih bisa diganti suatu saat nanti. Tapi kebersamaan ini, canda tawa bersama mereka entah kapan bisa hadir lagi di kehidupanku. Aku cukup bahagia 3 hari ini menghabiskan waktu bersama mereka. sekarang aku sudah bisa tersenyum, terima kasih kawan, terima kasih pengalaman, terima kasih Allah… Aku banyak belajar hari ini🙂🙂🙂 “

.

.

.

.

TUNGGU!!!

Ceritanya belum selesai…

Allah ternyata punya rencana lain untukku hari itu, mungkin Dia tidak tega melihat seorang hambanya mengalami kejadian buruk sampai dua kali seperti itu. Aku tidak tahu, tapi sepertinya ini memang skenario yang sudah Allah atur untukku. Ternyata ada satu kejadian yang aku lupakan, kejadian yang tak terpikirkan olehku karena kepanikan yang datang begitu saja.

(rewind)

Selesai merekam semua aktivitas anak-anak yang sedang bermain tersebut, sebelum aku menghampiri teman-teman yang sedang bermain ATV. Aku menyempatkan diri menaruh kamera di tas, dan menitipkannya bersamaan dengan tas-tas anak-anak yang lain. Yapsss, sangking paniknya merasa kamera itu tidak lagi ada di tangan setelah bermain ATV aku melupakan tas itu. Aku tidak mencarinya lebih dulu di tas sebelum mencurigai bahwa kamera itu terjatuh bersamaan saat aku bermain ATV.

Antara lega sekaligus tidak enak dengan teman-teman lain yang ikut membantu mencarikan kamera, aku berucap syukur pada Allah. “Alhamdulillah ya Allah, kamera ini masih rezeki ku” saat itu aku baru menyadari kamera ternyata masih ada di tas ku, saat sedang ingin bilas ke toilet umum.

Sesampainya di bis, aku ambil alih mic yang sedang dipegang tour guide, “temen2 mau pengumuman sebentar,hhe.. alhamdulillah kameranya udah ketemu, maaf ya yang tadi udah repot bantu nyariin. Ternyata ada di tas, sangking panik nya gak ngecek di tas dulu.hhe” ucapku..

“alhamdulillah” mereka berujar

Yah satu masalah selesai, banyak hikmah yang bisa aku ambil dari semua kejadian ini.. Allah memberikan masalah kepada umatnya tentunya dengan maksud tertentu. Mungkin untuk menegur karena kesalahan masa lalu yang pernah dilakukan. Mungkin juga memberikan ujian, untuk mengetes hambaNya dan melihat apakah keimanan akan bertambah atau berkurang. Ya masalah ada untuk meningkatkan kedewasaan kita sekaligus menaikkan derajat kita di mata Allah, jika kita benar-benar bisa bersabar dan ikhlas menghadapi masalah itu.

“Sesungguhnya semua perkara adalah baik. Jika ia mendapat kebahagian, ia bersyukur dan jika ia mendapat ujian ia bersabar, maka (hal itu), merupakan kebaikan baginya”(HR. Muslim)

“Allah will give us the strong after the pain..”

“Don’t be sad, La Tahzan”

I’m Dreaming

Hari ini aku bermimpi..

Suatu kisah membingungkan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya, kisah yang takkan pernah hadir di dunia yang bernama realita ini. Karena aku bermimpi akan masa lalu, masa yang sudah pernah lewat namun dalam kisah yang berbeda.

Mimpiku itu aneh, tiga kisah berbeda, tiga waktu yang berbeda, dan dengan tokoh yang tak sama pula. Mimpi yang meninabobokan diriku dalam waktu yang cukup lama, bayangkan saja membuka mata ketika jarum pendek sudah menunjukkan jam 11. Mimpi itu tidak datang sekaligus, tiga fase waktu berbeda yang sempat membuat aku membuka mata terlebih dahulu, merenungi satu mimpi yang aneh lalu kembali memejamkan mata dan kembali bermimpi dengan cerita berbeda.

“Ah ada-ada saja” batin diri, ketika mata membuka mengingat mimpi yang baru saja terlintas dalam tidur yang panjang. Beristighfar dalam hati, memohon ampun semoga bukan pertanda yang aneh. Kadang seseorang suka mengartikan sebuah mimpi sebagai pertanda di kehidupan nyata. “Ah, ya masa sih” kita kan bukan nabi, atau kita kan sedang tidak menunggu jawaban dari salat istikharah. Kalau dalam kasus itu memang berbeda, karena Allah memang mengirimkan jawaban dari doa kita melalui mimpi.   

Mimpi itu adalah mimpi..

Mimpi itu Cuma mimpi..

Mimpi hanya akan menjadi mimpi selamanya..

Hari ini bermimpi besok juga akan lupa

Ah salah

Jangankan menunggu hari esok

Sedetik setelah kau terbangun,  seketika mimpi yang panjang itu tiba-tiba akan hilang tanpa bekas

Mau kau coba berusaha mengingat dengan kuat sekalipun, paling hanya secuplik saja yang terlintas

Siapa saja pemeran yang ada dalam mimpi itu pun kadang tak jelas

Seolah2 seperti terdakwa yang coba disamarkan wajahnya saat diwawancara, karena belum cukup umur untuk dipublish di tv

Tapi mimpiku kali ini berbeda

Lihat saja, sudah dari tadi pagi bermimpi tapi sampai malam ini mimpi itu masih terngiang-ngiang di kepala ini. Malah sampai niat sekali aku tulis di blog ini, haha ada-ada saja :p

Walaupun tidak dalam satu kisah utuh

Ya aku memang tidak sepenuhnya melupakan mimpi aneh itu, tapi aku juga tidak mengingat sampai detail yang paling kecil, paling hanya 50% dari mimpi itu yang aku ingat

Kamu tahu, mimpi kali ini terasa berbeda

Seolah nyawa ini ikut bersama dalam mimpi itu, layaknya film insidious. Arwah ku dibawanya pergi ke alam yang bernama mimpi

Subjek-subjek dalam mimpiku itupun terlihat nyata

Mereka ada dalam kehidupan realita ku, Wajahnya jelas, Tidak disamarkan, Tidak pula orang yang tak ku kenal

Mereka memang ada

Mimpi ku yang pertama, dia yang sudah pergi jauh.. tiba-tiba kembali.. aku disampingnya.. kami berangkulan, membicarakan banyak hal. Orang-orang seolah aneh melihat kita, Aku katakan kepada mereka “ini tidak seperti yang kalian lihat” karena aku tahu itu tidak akan pernah terjadi, di kehidupan bernama mimpi sekalipun. Aku tak ingat lengkap bagaimana mimpi yang satu ini, yang jelas aku terbangun dan adzan subuh sedang berkumandang. Entah sampai mana mimpi itu terhenti. Yang jelas selesai salat, aku kembali menghempaskan tubuh ini di kasur. Tak akan menyangka akan ada mimpi aneh lagi yang hadir di tidur ku itu.

Mimpi ku yang kedua, kejadian yang begitu cepat.. seketika bis yang berjalan di depan kami tak bisa lagi menyeimbangkan panjang badannya yang tiga kali lebih besar dari lebarnya. Benda itu berguling di depan kami, bis ku mencoba menghindari namun terjadi hal yang sama. Kami yang di dalam bis seolah merasakan menaiki kicir-kicir  tak berpengaman, diaduk kesana kemari. Benturan, hempasan, pusing tak terelakkan, sampai akhirnya berhenti. (tsiiiing..) Hening sejenak… aku mencoba keluar, merangkak diantara serpihan kaca. Menerobos keluar dari jendela bis yang sudah bolong, tak lagi dilapisi kaca. Apa yang kulakukan setelahnya? Aneh, aku malah mengambil barang-barang ku yang ada di bagasi dengan normalnya. Bagaimana dengan yang lain? Mereka baik-baik saja, sedikit kotor di badan. Bukan kotor darah, bukan.. bukan pula, kotor serpihan kaca.. kotor berlumut yang aku ingat, iya aku tahu itu aneh. Tapi itulah mimpi.. tak butuh waktu lama untuk melanjutkan perjalanan, bis dikembalikan seperti kondisi semula. Dibalikkan dengan tangan (criiing) semudah itulah mimpi. Terbangun mencoba mengumpulkan nyawa, langsung beristighfar ketika mengingat mimpi itu. Kembali memejamkan mata, dan melanjutkan mimpi yang tertunda.

Mimpi ku yang ketiga, masih lanjutan mimpi yang kedua. Pasti ada yang pernah merasakan hal seperti ini, anda bermimpi.. lalu terbangun.. kembali tertidur dan melanjutkan mimpi yang tertunda itu. Kami melanjutkan perjalanan menggunakan bis yang sama, dengan keadaan yang sudah baik, tak ada lagi pecahan kaca (saya ingatkan kembali, inilah mimpi. Never happen in the real world). Jalan yang tidak asing kami lewati, aku minta berhenti sejenak. Karena saat itu, bis melewati perumahan orang yang dekat dengan saya. Saya menaruh barang2 saya di rumah itu, kembali menaiki bis hanya untuk berpamitan sejenak dengan mereka yang ada di dalam. Tanpa disadari bis berjalan menjauh, aku terlambat sadar. Ku suruh sopir bis berhenti, seolah-olah ia sengaja tak menggubris suruhanku. Aku melompat dari pintu, takut dibawa semakin jauh oleh bis tersebut. Saat itu hari sudah malam, aku melompat di tempat yang asing, hanya ada jalan raya yang lebar seperti jalan tol bentuknya. Tak jauh dari tempat aku berdiri kulihat ada warung remang2 berdiri di pinggir jalan lebar tersebut, akupun menghampirinya. Awalnya sekedar ingin menanyakan tempat kembali, tapi kurasa basa-basi sedikit dengan membeli dagangannya akan lebih baik. Kuhampiri warung kecil itu, kupesan pisang bakar dan indomie rebus (ini basa-basi apa laper) tapi serius kejadian ini ada dalam mimpi, dagangannya tidak begitu enak memang. Saat sedang makan, tiba2 dari kejauhan ada sosok menghampiri. Semakin mendekat semakin jelas terlihat wajahnya, dia temanku.. ada apa dengan dia? Apa dia ikut keluar dari bis? Dia duduk di sampingku, wajahnya pucat.. dia memang putih, tapi terlihat semakin putih di kegelapan seperti ini. Aku bertanya kepada dia arah kembali ke rumah yang mau saya tuju tadi, dia menunjuk satu arah. Yang dia tunjuk tadiadalah jalan panjang yang tak berujung aku tak bisa melihat dimana ujung jalan itu berada.mengucapkan terima kasihpadanya, lalu  aku pun mencoba melangkahkan kakiku menelusuri jalan tersebut…

Seketika aku terbangun, aku bersyukur aku tak perlu menempuh jalan panjang itu untuk menuju ke tujuan yang kuinginkan

Iya..

Aku sudah sampai

Aku sudah kembali

Di kehidupan yang bernama realita ini

Aku hanya dibawa berputar2 dengan kisah yang aneh dan tak tentu arah itu

Di alam yang bernama mimpi

Kembali ke kehidupan nyata adalah hal paling indah, sekalipun terkadang sulit dihadapi, banyak masalah, atau tak seindah mimpi. Tapi inilah hal yang kita hadapi..

“Life wasn’t a Dream”

“Even a beautiful dream can not beat a horrible life”