I’m Dreaming

Hari ini aku bermimpi..

Suatu kisah membingungkan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya, kisah yang takkan pernah hadir di dunia yang bernama realita ini. Karena aku bermimpi akan masa lalu, masa yang sudah pernah lewat namun dalam kisah yang berbeda.

Mimpiku itu aneh, tiga kisah berbeda, tiga waktu yang berbeda, dan dengan tokoh yang tak sama pula. Mimpi yang meninabobokan diriku dalam waktu yang cukup lama, bayangkan saja membuka mata ketika jarum pendek sudah menunjukkan jam 11. Mimpi itu tidak datang sekaligus, tiga fase waktu berbeda yang sempat membuat aku membuka mata terlebih dahulu, merenungi satu mimpi yang aneh lalu kembali memejamkan mata dan kembali bermimpi dengan cerita berbeda.

“Ah ada-ada saja” batin diri, ketika mata membuka mengingat mimpi yang baru saja terlintas dalam tidur yang panjang. Beristighfar dalam hati, memohon ampun semoga bukan pertanda yang aneh. Kadang seseorang suka mengartikan sebuah mimpi sebagai pertanda di kehidupan nyata. “Ah, ya masa sih” kita kan bukan nabi, atau kita kan sedang tidak menunggu jawaban dari salat istikharah. Kalau dalam kasus itu memang berbeda, karena Allah memang mengirimkan jawaban dari doa kita melalui mimpi.   

Mimpi itu adalah mimpi..

Mimpi itu Cuma mimpi..

Mimpi hanya akan menjadi mimpi selamanya..

Hari ini bermimpi besok juga akan lupa

Ah salah

Jangankan menunggu hari esok

Sedetik setelah kau terbangun,  seketika mimpi yang panjang itu tiba-tiba akan hilang tanpa bekas

Mau kau coba berusaha mengingat dengan kuat sekalipun, paling hanya secuplik saja yang terlintas

Siapa saja pemeran yang ada dalam mimpi itu pun kadang tak jelas

Seolah2 seperti terdakwa yang coba disamarkan wajahnya saat diwawancara, karena belum cukup umur untuk dipublish di tv

Tapi mimpiku kali ini berbeda

Lihat saja, sudah dari tadi pagi bermimpi tapi sampai malam ini mimpi itu masih terngiang-ngiang di kepala ini. Malah sampai niat sekali aku tulis di blog ini, haha ada-ada saja :p

Walaupun tidak dalam satu kisah utuh

Ya aku memang tidak sepenuhnya melupakan mimpi aneh itu, tapi aku juga tidak mengingat sampai detail yang paling kecil, paling hanya 50% dari mimpi itu yang aku ingat

Kamu tahu, mimpi kali ini terasa berbeda

Seolah nyawa ini ikut bersama dalam mimpi itu, layaknya film insidious. Arwah ku dibawanya pergi ke alam yang bernama mimpi

Subjek-subjek dalam mimpiku itupun terlihat nyata

Mereka ada dalam kehidupan realita ku, Wajahnya jelas, Tidak disamarkan, Tidak pula orang yang tak ku kenal

Mereka memang ada

Mimpi ku yang pertama, dia yang sudah pergi jauh.. tiba-tiba kembali.. aku disampingnya.. kami berangkulan, membicarakan banyak hal. Orang-orang seolah aneh melihat kita, Aku katakan kepada mereka “ini tidak seperti yang kalian lihat” karena aku tahu itu tidak akan pernah terjadi, di kehidupan bernama mimpi sekalipun. Aku tak ingat lengkap bagaimana mimpi yang satu ini, yang jelas aku terbangun dan adzan subuh sedang berkumandang. Entah sampai mana mimpi itu terhenti. Yang jelas selesai salat, aku kembali menghempaskan tubuh ini di kasur. Tak akan menyangka akan ada mimpi aneh lagi yang hadir di tidur ku itu.

Mimpi ku yang kedua, kejadian yang begitu cepat.. seketika bis yang berjalan di depan kami tak bisa lagi menyeimbangkan panjang badannya yang tiga kali lebih besar dari lebarnya. Benda itu berguling di depan kami, bis ku mencoba menghindari namun terjadi hal yang sama. Kami yang di dalam bis seolah merasakan menaiki kicir-kicir  tak berpengaman, diaduk kesana kemari. Benturan, hempasan, pusing tak terelakkan, sampai akhirnya berhenti. (tsiiiing..) Hening sejenak… aku mencoba keluar, merangkak diantara serpihan kaca. Menerobos keluar dari jendela bis yang sudah bolong, tak lagi dilapisi kaca. Apa yang kulakukan setelahnya? Aneh, aku malah mengambil barang-barang ku yang ada di bagasi dengan normalnya. Bagaimana dengan yang lain? Mereka baik-baik saja, sedikit kotor di badan. Bukan kotor darah, bukan.. bukan pula, kotor serpihan kaca.. kotor berlumut yang aku ingat, iya aku tahu itu aneh. Tapi itulah mimpi.. tak butuh waktu lama untuk melanjutkan perjalanan, bis dikembalikan seperti kondisi semula. Dibalikkan dengan tangan (criiing) semudah itulah mimpi. Terbangun mencoba mengumpulkan nyawa, langsung beristighfar ketika mengingat mimpi itu. Kembali memejamkan mata, dan melanjutkan mimpi yang tertunda.

Mimpi ku yang ketiga, masih lanjutan mimpi yang kedua. Pasti ada yang pernah merasakan hal seperti ini, anda bermimpi.. lalu terbangun.. kembali tertidur dan melanjutkan mimpi yang tertunda itu. Kami melanjutkan perjalanan menggunakan bis yang sama, dengan keadaan yang sudah baik, tak ada lagi pecahan kaca (saya ingatkan kembali, inilah mimpi. Never happen in the real world). Jalan yang tidak asing kami lewati, aku minta berhenti sejenak. Karena saat itu, bis melewati perumahan orang yang dekat dengan saya. Saya menaruh barang2 saya di rumah itu, kembali menaiki bis hanya untuk berpamitan sejenak dengan mereka yang ada di dalam. Tanpa disadari bis berjalan menjauh, aku terlambat sadar. Ku suruh sopir bis berhenti, seolah-olah ia sengaja tak menggubris suruhanku. Aku melompat dari pintu, takut dibawa semakin jauh oleh bis tersebut. Saat itu hari sudah malam, aku melompat di tempat yang asing, hanya ada jalan raya yang lebar seperti jalan tol bentuknya. Tak jauh dari tempat aku berdiri kulihat ada warung remang2 berdiri di pinggir jalan lebar tersebut, akupun menghampirinya. Awalnya sekedar ingin menanyakan tempat kembali, tapi kurasa basa-basi sedikit dengan membeli dagangannya akan lebih baik. Kuhampiri warung kecil itu, kupesan pisang bakar dan indomie rebus (ini basa-basi apa laper) tapi serius kejadian ini ada dalam mimpi, dagangannya tidak begitu enak memang. Saat sedang makan, tiba2 dari kejauhan ada sosok menghampiri. Semakin mendekat semakin jelas terlihat wajahnya, dia temanku.. ada apa dengan dia? Apa dia ikut keluar dari bis? Dia duduk di sampingku, wajahnya pucat.. dia memang putih, tapi terlihat semakin putih di kegelapan seperti ini. Aku bertanya kepada dia arah kembali ke rumah yang mau saya tuju tadi, dia menunjuk satu arah. Yang dia tunjuk tadiadalah jalan panjang yang tak berujung aku tak bisa melihat dimana ujung jalan itu berada.mengucapkan terima kasihpadanya, lalu  aku pun mencoba melangkahkan kakiku menelusuri jalan tersebut…

Seketika aku terbangun, aku bersyukur aku tak perlu menempuh jalan panjang itu untuk menuju ke tujuan yang kuinginkan

Iya..

Aku sudah sampai

Aku sudah kembali

Di kehidupan yang bernama realita ini

Aku hanya dibawa berputar2 dengan kisah yang aneh dan tak tentu arah itu

Di alam yang bernama mimpi

Kembali ke kehidupan nyata adalah hal paling indah, sekalipun terkadang sulit dihadapi, banyak masalah, atau tak seindah mimpi. Tapi inilah hal yang kita hadapi..

“Life wasn’t a Dream”

“Even a beautiful dream can not beat a horrible life”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s