My PASSION

live-with-passion

Sudah lama sepertinya aku tidak berkata-kata.. tiba-tiba saja aku dipertemukan dengan tumblr dari seorang penulis wanita yang sungguh tulisan-tulisannya mengguncangkan hati membuatku ingin merangkaikan kata-kata indah layaknya serbuan ombak di tepi pantai, Seandainya menulis semudah dan secepat itu.

Penulis yang menginspirasi diriku ini, sebut saja zenna nama yang cukup indah bukan? Dari dulu aku selalu berteorika nama yang bagus itu adalah nama yang jarang ada yang memiliki, sulit diucap, dan serasa keren bila dilafalkan. Ah, maaf saya terlalu bertele-tele kita lanjutkan saja bercerita dengan sosok wanita ini, dia yang pandai sekali dalam merangkaikan kata-kata menjadi cerita yang kadang cukup sulit dimengerti namun terasa romantis bila dimaknai. Kalimat-kalimat yang ia untai serasa hidup dalam alam di garis katulistiwa, cakrawala, bianglala, yang cetar dalam bahana. Hahaha, maaf lagi-lagi saya di luar konteks. Saya hanya ingin mencoba merangkaikan kata seperti zenna ini, menggunakan kata-kata yang jarang dipakai dalam bahasa percakapan sehari-hari.

Kata-kata yang digunakan begitu berbobot bahkan beberapa kata ilmiah yang kita pelajari di bangku kuliah ia gunakan, bahasanya layak sastrawan atau mungkin pujangga. Tapi ia wanita, disitulah saya berdecak kagum. Banyak pria yang bisa merangkai kata-kata penuh dengan keromantisan dan keindahan di setiap frase nya, kenapa bisa begitu? Mungkin karena pria diciptakan untuk merayu dan bukan dirayu. Kalau wanita bisa melakukannya? menulis dengan bahasa yang bisa menghipnotis setiap pembacanya? saya akan berdiri dan melakukan standing applause jika perlu.

Kau tahu, terkadang aku pun ingin bercerita dengan kisah hidupku yang penuh dengan lika-liku. Tapi disaat kau tahu, tulisan itu akan dibaca dan mungkin orang-orang akan langsung mengerti maksud dari apa yang kau tulis. Hasrat ingin menulis itu sekejap akan hilang, bagaimana mungkin semua kisah hidupmu dinikmati setiap orang yang membacanya. Bukankah hidup ini akan lebih bermakna jika penuh dengan misteri. Disitulah kurasa, tulisan zenna begitu menginspirasi dimana ia tak perlu merangkaikan kisah panjang penuh dengan narasi yang terkadang mungkin terasa membosankan bila dibaca. Saya cuplik sedikit tulisan yang ia post di tumblr nya berikut ini, silahkan baca dan maknai:

Hologram

Konyol. Di tengah kebosananku yang hanya duduk sembari mendengarkan dongeng dosen, aku masih bisa memikirkan kamu.

Ini fatal. Perasaan aneh yang membuat seseorang mempunyai keahlian baru, yaitu memunculkan wajah-wajah yang sebenarnya tak nyata di depan mata.

Bagaimana bisa aku melihat bayanganmu terbentang di layar depan kelas, dengan transparansi tujuh puluh sekian persen, terselip di antara formula-formula hasil temuan ilmuwan gila terdahulu? Mengerikan. Semacam lukisan yang muncul secara tiga dimensi di permukaan layar, dan bisa kusaksikan dengan mata tak berbalut apapun. Tak logis.

Ini bisa jadi cikal bakal atau ide dasar munculnya teknologi generasi kelima, yang mana orang-orang tak memerlukan lagi mouse, keyboard, atau monitor sebagai media yang mampu memunculkan dengan jelas lekuk-lekuk wajah pujaannya. Ya, cukup dengan satu rasa yang mereka kenal sebagai cinta, bayangan itu telah ada di hadapanmu. Salah satu keyakinan yang menguatkan eksistensi absurditas hologram.

Sosok hologram serupa kamu yang muncul secara rapat di setiap milisekon yang kumiliki ternyata menyadarkan aku akan beberapa fakta, yaitu aku mencintai kamu bukan hanya dengan logika, rasio, ataupun deret ordinal. Bukan hanya karena kamu memenuhi standar kriteria ideal yang aku tetapkan. Bukan pula sebatas menyentuh-disentuh-tersentuh. Aku mencintai kamu di luar akal, dengan nama kamu berputar-putar di sekitar kepala. Bukankah itu cukup rasional untuk menjelaskan hal-hal irasional yang terjadi?

Apa dengan membaca ini kamu jadi jatuh kepusingan? Baiklah, jangan lagi dipikirkan, sebab ini bukanlah pertanyaan yang memburu jawaban. Cukup rasakan, simpan dan beri aku satu senyuman.

Saya cukup membacanya satu kali dan sekejap rasa ingin tahu tentang siapa penulis yang bisa dengan indahnya marangkai cerita seperti ini. Kalau mau berbahasa layaknya anak SD yang disuruh mengarang cerita liburannya, mungkin hasilnya tak akan seindah ini. Biar saya coba tuliskan ulang dalam narasi sederhana yang tak memuat kata-kata penuh konotasi seperti diatas:

“Hari ini di saat aku sedang kuliah dan tengah bosan dengan ocehan dosenku. Tiba-tiba saja wajahmu muncul di pikiranku. Wajahmu menari-nari di papan tulis yang saat ini berisi rangkaian rumus super abstrak yang baru saja diterangkan dosenku. Aneh, bagaimana bisa begitu.. mungkin ini yang disebut orang-orang itu tentang cinta. Hal-hal irasional pun bisa terjadi saat kita sedang jatuh cinta, seperti inikah rasanya? Bayang-bayang wajahmu, namamu, dan semua tentangmu selalu muncul dalam benak ini. Orang bilang itu rumit, tapi aku rasa hanya dengan senyum mu itu cukup menjelaskan satu arti penuh makna yang mereka sebut itu cinta.”

Coba bandingkan narasi yang saya buat asal jadi seperti diatas dengan narasi yang dibuat oleh zenna. Tulisan yang sangat berbeda level tingkat kerumitan bahasanya, tapi memiliki kesimpulan yang sama. Seorang penulis akan memiliki gaya menulisnya masing-masing, ada yang cukup merangkainya secara sederhana yang penting sesuai dengan tata kaidah bahasa indonesia. Ada juga yang berbelit-belit mengungkapkan satu makna dengan kata-kata konotasi super sulit pengejaannya tapi terkesan eksklusif. Kalau bisa saya sebut, she is being extraordinary and it was really awesome.

Saya dan anda mungkin tidak akan pernah mengerti mengapa ada saja orang-orang yang bisa mengeluarkan kata-kata super ajaibnya yang sebelumnya tak pernah terpikirkan sama sekali. Andai kata semua orang memiliki bakat seperti itu, mungkin dua lembar kertas essay tak akan cukup untuk merangkaikan uraian jawaban satu soal di saat ujian. Bayangkan saja, hanya satu inti yang dimaksud tetapi dijabarkan dengan kalimat super panjang, bertele-tele, nan lebay. Mungkin kalau ada dosen yang cukup malas membaca, dia cukup mencontreng atau menyilang jawaban seperti itu.

Tapi kalau dalam bernarasi, bercerita, menyampaikan sebuah karangan, atau seperti apapun kamu menyebutnya, justru kemampuan seperti itu memiliki nilai plus dalam hal ini. Saya tidak tahu apakah sosok zenna ini memang seorang yang basic pendidikannya sebagai seorang sastrawan atau tidak, atau memang hidupnya disekelilingi oleh orang-orang yang pandai berkata-kata seperti dirinya.

Tapi yang saya tahu, setiap orang pasti punya inspirasinya masing-masing. Dengan rajin membaca dan berselancar dalam dunia internet, saya rasa pengetahuan dalam menulis tak hanya terbatas dalam sebuah mata kuliah yang diambil oleh seorang calon sarjana sastra. kamu,, saya,, kita pun sebagai orang awam saya rasa bisa kalau mau berlatih..

Menulis itu tidak susah.. hanya dibutuhkan sedikit imajinasi, kemauan, inspirasi, banyak membaca, bahkan pengalaman hidupmu sendiri yang akan kamu bagikan ke orang banyak. Kamu tahu menulis itu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan, jika kamu sudah menemukan jiwamu disana.

Tak butuh waktu lama untuk berfikir, ketika ingin merangkaikan beberapa kata, semua terlihat mengalir begitu saja. Seakan kucuran deras ide-ide di kepala ini tak mau dihentikan, yang kau rasakan hanyalah terus mengetik-mengetik dan mengetik. Tapi satu kendala bagi seorang penulis, yang saya rasa pasti akan dialami setiap orang, bahkan bukan hanya bagi seorang penulis profesional. Seorang penulis skripsi pun akan mengalaminya, yaitu ketika mood sedang tidak bagus, ide serasa buntu. Entah kata atau kalimat apa yang akan kau ketikkan untuk melengkapi tulisan yang belum selesai itu. Rehat sejenak, segarkan pikiran adalah jalan paling ampuh demi kembali mengembangkan ide-ide yang terasa stuck saat kau merasa jenuh. Tunggu, dan lihat hasilnya…

Yah akupun ingin menemukan gaya menulisku sendiri, seketika datang ide yang mengalir begitu saja apa yang akan kamu lakukan? Merangkaikan kalimat-kalimat yang ingin kau tulis terlebih dahulu di pikiranmu? Atau mencoba merangkaikan kata-kata agar bisa mudah dipahami pembacanya? Ups… jangan lakukan itu.. tulislah, tulis apapun itu yang ingin kau tulis, masalah editing? Selesaikan nanti. Kamu tidak akan tahu kapan saatnya tiba-tiba ide itu menghilang dan menjadi tak asik lagi untuk dituliskan, karena kau lupa detail cerita seperti apa yang ingin kau sampaikan.

Membuat kisah yang pernah kau alami sendiri untuk dibaca orang lain? kurasa tak masalah.. selama kau tidak melupakan, setiap orang harus tetap memiliki sisi misteriusnya. Ambigukan beberapa kisahnya,  atau mungkin pelesetkan sedikit satu atau dua kisahnya. Kamu kira para penulis itu hanya berhayal dalam menuliskan setiap ceritanya? Terkecuali JK. Rowling tentunya. Kisah mereka kebanyakan adalah cerita fakta, yang sedikit banyak mereka alami sendiri. Pernahkah kalian berfikir kisahku ini seperti kisah dalam novel saja, atau cerita dia udah kaya sinetron aja. “NAH” itu dia, ya memang karena hidup kamu, hidup kita ini, hidup saya pun memang sudah seperti cerita novel atau seperti kisah sinetron. Seandainya orang lain tahu, hidupmu itu begitu berwarna, penuh dengan kisah-kisah lucu, sedih, bahkan menyeramkan. Itulah yang menginspirasi seorang penulis, untuk mengabadikan kisahnya baik berupa tulisan di blog ataupun yang dibukukan.

Kalau kau merasa menyenangi suatu bidang, teruslah gali potensimu. Kau mungkin tak akan tahu kemana air akan membawamu pergi dan berlabuh pada suatu titik. Tapi tetapkan satu hal, kerjakan apa yang kau senangi. Banyak orang yang menghibahkan separuh hidupnya untuk mengerjakan hal-hal yang sama sekali dia tidak senangi, demi materi. Mungkin itu dapat menghidupi lahirmu, tapi tidak akan menghidupi batinmu. Seperti apa tandanya mengerjakan hal yang disenangi? Disetiap lelahmu tercermin kepuasan dalam batinmu.. itulah letak passion dalam hidup. Percuma bukan berlelah-lelah dalam mengerjakan suatu hal, tapi kau tidak merasakan satupun kesenangan di dalamnya selain hanya materi yang kau dapat.

Ah maaf, mungkin aku terlalu banyak berteori disini, akupun telah merasakan tergelincir dalam satu bidang yang sebenarnya tidak aku senangi. Sebesar apapun kau mencoba untuk menguasai bidang yang tak kau senangi, sepertinya akan terasa melelahkan karena hasilnya mungkin tidak akan berkembang secara signifikan. Lain hal nya bila memang kau sudah menyenanginya sejak awal. Mungkin kalimat yang pas dalam hal ini adalah “kembangkan apa yang kau senangi dan pelajari apa yang tidak kau senangi” begitulah kurang lebih. Yapsss Allah menciptakan manusia dengan  minat dan bakat nya masing-masing bukan?

Untitled-1

“Lives Your Life, Not The Others Life, Cause Life is Short”

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s