Kesucian Cinta

” setiap manusia punya rasa cinta yang mesti dijaga kesuciannya..

namun ada kala insan tak berdaya, saat dusta mampir bertahta…. “

Begitulah sepenggal bait lagu yang dinyanyikan almarhum uje..

Akupun punya sedikit kisah cinta sederhana, antara dua insan manusia yang selalu berusaha menjaga kesucian cintanya…

Let me share to you…

My grandma told me some story, this is real story about her and my late grandfather..

This story wasn’t a romantic story, it just an ordinary story about their love life..

I never met him before, my grandpa I mean. He died one month after I was born. I knew this story about him from my grandma and my mom, he was a navy(angkatan laut) anyway. He lives more in the ocean, he sailed those big ocean half on his life, or maybe just a quarter.

She said my grandpa was strong enough, has a scary face with a black skin and a tall body. Just like an angry old man figure, anyway he was an army right. Those dicipline he gets  in the army school, maybe. Hmm, but honestly he is a kind man and love kids. However, even some people scared him he still my grandpa, my father’s mom, and my grandma’s husband.

He has some love life that I was amaze after hearing it from my grandma, how’s the story? Do you want to know it? Maybe it’s not so important for all you guys. But what I want to share is not about their story, but there is a message that we should note in our life. What is that?

Read,, feel it,, then learn,,  I’ll write it in Indonesian

Old-Couple

Malam itu, aku masih belum tertidur begitu pula dengan nenek.. iseng-iseng akupun bertanya awal mula pertemuan nenek dengan andung. Ia pun berkisah seperti dibawah ini, asal teman-teman tahu umur beliau sudah 83 tapi ia masih mengingat semuanya

Saat itu nenek masih sekolah di kebidanan..        *tepatnya di padang

Andung mu lagi di surabaya..                                *andung=kakek

Andung temenan sama pamannya nenek, sama-sama di angkatan laut. Sampai akhirnya paman nenek meninggal karena suatu hal. Karena dekat dengan paman nenek dan masih satu daerah, sama-sama orang awak *padang, andung datang jauh-jauh dari surabaya untuk berkunjung ke rumah almarhum paman nenek yang kebetulan rumah nenek juga. 

“mungkin ini yang disebut jodoh” nenek berkata, akupun mengiyakan dengan sangat mantap

Kita belom saling kenal sama sekali, sampai saat andung datang dan mengantarkan barang-barang almarhum pamannya nenek ke rumah. Saat itulah pertemuan kita pertama kali, kami berkenalan dan dari situlah asal mula semuanya sampai sekarang ini..

Tidak lama setelah itu andung balik lagi ke surabaya, untuk meneruskan pekerjaannya. Berawal dari satu pertemuan itulah akhirnya andung menyurati nenek dari surabaya.

“Tulisan andung bagus loh, tulisannya bersambung. Enak bacanya, rapiiiih banget. Kata-katanya puitis kaya sastrawan” nenek membayangkang satu persatu memori yang hadir di ingatannya yang sudah semakin memudar itu.

Dari surat menyurat itu andung menyampaikan, kalau ingin meminang nenek. Nenek mengiyakan tapi dengan syarat ingin lulus di sekolah kebidanan dulu, baru mau dibawa serta sang calon suaminya itu ke surabaya. Andung mengiyakan syarat itu.

Hari pernikahan pun terjadi, andung kembali berlayar ke padang demi meminang sang jodoh. Ah betapa romantisnyaa.. akad terjadi di kantor penghulu dengan wali dari ayah nya nenek dan dua saksi, sayang keluarga dari andung tidak ada yang hadir. Karena kerasnya kehidupan andung dari beliau masih muda maka saat itu pun dia hanya hidup sebatang kara, ada kisah dibalik itu semua tapi tentunya butuh goresan tinta lebih panjang dari sekedar hanya satu halaman saja.

Nenek menunggu di rumah, karena akad sudah sah dilakukan hanya dengan penghulu,wali,serta 2 saksi saja. Alhamdulillah, mereka pun kini sah sebagai suami istri. Kisah tak berhenti sampai sini, demi memenuhi persyaratan dari nenek maka andung yang saat itu masih bekerja di surabaya, harus kembali ke tanggung jawabnya disana. Maka setelah pernikahanpun andung kembali ke surabaya dan nenek pun kembali melanjutkan studi kebidanannya.

Dengan rasa ikhlas dan dengan dasar iman yang kuat mereka melewati hubungan jarak jauh selama tiga tahun dengan tanggung jawab yang berbeda di kota yang berbeda. *Ingat loh, hubungan mereka sudah sah namun sebuah tanggung jawab memaksakan mereka harus melewati masa-masa terindah di awal pernikahan justru dengan rentangan jarak yang jauh dan alat komunikasi yang hanya berupa surat selama tiga tahun lamanya.

Lulus di akademi kebidanan tiga tahun kemudian, nenek pun menepati janjinya ia pindah ke surabaya dan akhirnya tinggal bersama sang suami, setahun kemudian mereka dikaruniai seorang anak.  Singkat cerita mereka mempunyai empat orang anak wanita dan satu anak pria yang sayangnya meninggal saat masih bayi.

“andung itu orangnya setia”(nenek)

Jadi ada lagi kisah di masa kehidupan berumah tangga mereka, dimana andung mempunyai usaha tambak ikan di luar kota. Saat itu, andung hanya seminggu sekali berkunjung ke rumahnya demi menjenguk istri dan keempat anaknya. Di kota tempat ia berwirausaha ada seorang pria yang menawarkannya untuk menambah istri lagi.

“bapak kan disini lebih lama ya.. seminggu sekali baru pulang, daripada nganggur mending nambah istri pak. Jadi kalau lagi disini juga ada yang ngurusin. Nanti saya cariin..”

andung pun menolak

“ah gak usah pak, anak saya banyak. Istri satu aja udah cukup”

Nenek yang mendengarkan ceritanya dari andung sendiripun sedikit was-was, sambil bergurau ia berucap “kenapa gak diterima aja itu tawarannya, kan lumayan”.. padahal dalam hatinya, pasti nenek sangat bersyukur mempunyai suami yang setia seperti ini. Sekalipun berwajah garang dan berdisiplin tinggi, ia hanyalah pria biasa yang hanya mempunyai cinta untuk dirinya,anaknya dan tentu tuhannya.

Oh iya sedikit info, andung ku pun pernah berlayar sampai negri timur tengah untuk mengantarkan para calon jemaah haji. Sayang beliau tidak sempat berhaji sampai akhir hayatnya, walaupun sudah menempuh jarak yang sangat jauh dari indonesia ke arab, 2 bulan perjalanan pulang pergi serta menunggu jemaah haji selama satu bulan. Total berada di dalam kapal selama 3 bulan terombang-ambing di lautan, itu bukan waktu yang singkat bukan.

Pekerjaan beliau pun sebagai seorang abri, yang tentunya pernah mengalami masa penjajahan belanda dan jepang. Pernah satu kali saat berperang, beliau tertembak oleh seorang penjajah tepat di dekat daun telinganya, menembus kulitnya. Alhamdulillah Allah masih memberikan keselamatan padanya saat itu. Saat ini almarhum andungku beristirahat dengan nyaman di taman makam pahlawan kalibata. Semoga kegigihan hidupnya menginspirasi saya dan kita semua..

Karena yang saya tahu zaman sudah banyak berubah..

Teknologi berubah.. alat komunikasi semakin canggih.. arus informasi pun semakin banyak dan terkesan tanpa batasan dan saringan..

Kebudayaan, kebiasaan orang-orang pun semakin banyak berubah, melenceng dari adat ketimuran dan islam..

Hal yang tadinya tabu untuk dilakukan menjadi biasa dan wajar untuk dilakukan..

Maka saat saya tanyakan nenek waktu itu, “nenek pacaran dulu ga sama andung sebelum nikah?”

Orang yang hidup jaman dulu bisa mengatakan iya dengan biasa saja, karena yang mereka tahu pacaran mereka jaman dulu tidak seperti sekarang.

iya, tapi nenek Cuma surat-suratan. Ketemu Cuma sekali waktu kenal pertama kali, habis itu andung dateng lagi ya buat nikah.”

Kalau jaman sekarang? Gak usah ditanya, yang jelas jawaban pacaran yang Cuma surat-suratan atau paling banter smsan sama telponan itu udah gak ada sejarahnya lagi. Itu duluuu.. lain sekarang..

“Kalau pegangan tangan nek?”

waaahh gak boleh itu, langsung dikawinin aja kalo gitu”

Hahaha.. saya Cuma bisa tertawa, dan merenungi.. kalau zaman udah banyak berubah, saya juga harus berubah, jangan gampang terbawa arus dan kebiasaan yang ‘salah’ apalagi membandingkan dengan orang tua atau siapapun “mama sama papa juga dulu kan pacaran.. kenapa kita enggak” zaman kan udah beda, jangan semakin buruk malah harus semakin baik dong yaa..

Nenek sama andung dulu LDR 3 tahun dengan posisi sudah sah menikah, fine-fine aja. Kenapa orang-orang malah ngehebohin LDR 2 minggu-3 minggu sama pacarnya… hahaha, yasudahlah yaa.. ambil hikmahnya aja, gak bermaksud ngejudge siapapun. Toh hidup itu pilihan masing-masing mau jadi putih atau hitam? Kalau abu-abu? Yasudahlah itu pilihanmu..🙂

Tribute for my grandma

*semoga kisah mu memberi inspirasi bagi orang banyak

One thought on “Kesucian Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s